Doa Iftitah

Do’a istiftah atau do’a pembuka ini dibaca setelah takbir dan sebelum membaca surat Al Fatihah, ada beberapa do’a istiftah (iftitah) diantarnya :
Allahumma baa’id baini wa baina khotoyaaya kama baa’adta bainal masyriqi wal maghrib.
Allahumma naqqinii min khotooyaaya kamaa yunaqqos tsaubul abyadhu minaddanaasi.
Allahummaghsilnii min khotooyaaya bilmaa i was tsalji wal barodi
yang artinya :
Ya Allah, jauhkan antara diriku dan dosa-dosaku sebagaimana Engkau menjauhkan antara timur dan barat.
Wahai Allah, bersihkan aku dari dosadosaku sebagaimana pakaian putih yang dibersihkan dari kotoran.
Ya Allah cucilah, dosa-dosaku dengan air, es dan air dingin
.”
atau
wajjahtu wajhiya lilladzii fatharassamaawaati wal ardh hanifammusliman wa maa anaa minal musyrikiina.
Inna shalaati wa nusukii wa mahyaa yaw a mamaatii lillaahi rabbil ‘aalamin.
Laa syariika lahu wa bidzaa lika umirtu wa anaa awwalulmuslimiina.
Allahumma antal malik, laa ilaaha illaa antaa subhaa naka wabihamdika anta wa a naa ‘abduka dhalamtu nafsii,
wa’ taraftu bidzanbii, faghfirlii dzanbi jamii’an innahu laa yaghfirudzdzunuba illaa anta, wah dinii li ahsanil akhlaaqi laa yahdii liahsanihaa illaa anta,
washshrif ‘annii sayyiahaa laa yashshrifu ‘anni sayyiahaa illaa anta labbayka wasa’ dayka, wal khayrukulluhu fii yadayka.
Wasysyarru laysa ilayka. Walmahdiyyu man hadayta.
Anaa bika ilayka laa manjaa wa laa malja-a minka illaa ilayka.
Tabaarakta wa ta’aa layka astaghfiruka wa atuubu ilayk
artinya :
“ Aku hadapkan wajahku kepada Tuhan Pencipta seluruh langit dan bumi dengan penuh kepasrahan dan aku bukanlah termasuk orang-orang musyrik, Shalatku, hidupku, dan matiku semata-mata untuk Allah. Tuhan alam semesta, tiada sesuatupun menyekutuiNya. Demikianlah aku diperintahkan dan aku termasuk orang yang pertama-tama menjadi muslim. Ya Allah, Engkaulah penguasa, tiada Tuhan selain engkau semata-mata. Engkau Maha suci dan Maha terpuji, Engkaulah Tuhanku dan akulah hambaMu, Aku telah menganiaya diriku dan aku mengakui dosa-dosaku. Sesungguhnya Engkaulah yang berhak mengampuni semua dosa.Berilah aku petunjuk kepada akhlaq yang paling baik, karena hanya Engkaulah yang dapat memberi petunjuk kepada aklhaq yang terbaik an jauhkanlah diriku dari akhlaq yang buruk, karena hanya Engkaulah yang dapat menjauhkan diriku dari akhlak buruk. Aku Jawab seruanMu dan aku mohon pertolonganMu, Segala kebaikan di tanganMu, sedang segala keburukan tidak datang dariMu, Orang yang terpimpin adalah orang yang Engka beri petunjuk, Aku berada dalam kekuasaanMu dan akan kembali kepadaMu. Tiada tempat memohon keselamatan dan perlindungan dosa dari siksaMu kecuali hanya Engkau semata. Engkau Maha Mulia dan Maha tinggi, Aku memohon ampun kepadaMu dan bertaubat kepadaMu”. (HR Muslim)

atau
Subhaanakallaahumma wabihamdika watabaarokasmuka wa ta’aala jadduka walaa ilaaha ghairuka
yang artinya :
Maha Suci dan Maha Terpuji Engkau, ya Allah, penuh berkah nama-Mu, Maha Tinggi kekayaan-Mu dan tidak ada Tuhan yang berhak disembah selain Engkau.”
atau bisa juga membaca
Allahumma robbu jibrooiil wa miikaaiil wa isroofiil, faathiris samaawaati wal ardhi,
‘aalimul ghaibi wa syahaadati, anta tahkumu baina ‘ibaadaka fiimaa kaanuu fiihi yakhtalifuun, ihdinii lima ikhtalafa fiihi minalhaqqi bi idznika,  innaka tahdii mantasyaa u ilaa shirootun mustqiimun
yang artinya :
Ya Allah, Tuhan malaikat Jibril, Mikail, dan Isrofil, yang mengatur langit dan bumi.
Yang Maha Mengetahui apapun yang ghaib dan nyata, Engkau menghukumi hamba-hamba-Mu atas apa yang mereka peselisihkan. Berilah aku petunjuk kebenaran atas apa yang diperselisihkan dengan izin-Mu.
Sesungguhnya Engkau menunjukki siapa yang Engkau kehendaki kepada jalan yang lurus
.”
Read More...
Share/Bookmark

Ruku

Pada saat ruku, kita dapat membaca :
Subhaana robbiyal adziimu :  3x
yang artinya : “Maha Suci Tuhanku yang Maha Agung.”
atau membaca
Subhaana robbiyal adhzimi wabi hamdihi :  3x
yang artinya : “Maha Suci Tuhan-ku yang Maha Agung dan segala pujian bagi-Nya.”
atau bisa juga membaca
Subbuuhun qudduusun robbul malaaikati warruuhi
yang artinya  : “Tuhan yang Maha Suci, Tuhan para malaikat dan Jibril.”
Read More...
Share/Bookmark

Duduk diantara sujud

Posisi Baina Sajdatain biasa juga di sebut “duduk diantara dua sujud” dimana posisi ini dilakukan setelah kita bangun dari sujud, namun ke posisi duduk, bukan berdiri. pada posisi ini Rasul membaca :
Robbighfirlii warhamnii, warfa’nii wahdinii, wa ‘aafinii warzuknii
yang artinya :
“Tuhanku ampuni aku, rahmati aku, angkat derajatku, beri aku petunjuk, beri aku keafiatan dan beri aku rizki.”

atau Rasul membaca
Robbighfirlii, robbighfirlii
yang artinya : ”Tuhanku ampuni aku, Tuhanku ampuni aku.”
Read More...
Share/Bookmark

I’tidal

I’tidal adalah gerakan bangun setelah ruku, bacaannya adalah :
Samiallahu liman hamidah (namun pada pengerjaan shalat berjama’ah, lafal ini tidak di ucapkan)
dan di lanjutkan membaca :

Rabbanaa walakal hamdu
yang artinya : “Tuhan kami, dan untuk-Mulah segala pujian.”
Nabi Muhammad SAW juga pernah melafalkan
Rabbana walakal hamdu mil ussamaawaati wamil ul ardhi wamil umaa syi’ta min syai in ba’du
yang artinya :
“Tuhan kami, dan untuk-Mulah segala pujian yang memenuhi langit, bumi serta apa saja yang Engkau kehendaki dari segala sesuatu setelahnya².”
dan terkadang membaca
Ahluts tsanaa i walmajdi, ahaqqu maa qoolal ‘abdu wa kulluna laka ‘abdun, laa maani’a lima a’thoita, wallaa mu’thia limaa mana’ta, walaa yanfa’u dzal jaddi minkal jaddu
yang artinya :
“Tuhan pemilik pujian dan sanjungan. Yang paling berhak dikatakan oleh seorang hamba –dan setiap kami menghamba kepada-Mu-: ‘Tidak ada yang dapat mencegah apapun yang Engkau beri, dan tidak ada yang dapat memberi apapun yang Engkau cegah, tidak bermanfaat kekayaan dan kekuasaan pemiliknya untuk dapat menyelamatkan dirinya dari-Mu.”
namun dalam pelaksanaan shalat berjama’ah, saat imam mengucapkan ’sami’allahu liman hamidah‘, maka makmum mengucapkan ’rabbana walakal hamdu‘.
Read More...
Share/Bookmark

Sujud

Doa yang kita ucapkan dalam posisi sujud adalah :
Subhaana robbiyal a’laa : 3x
yang artinya : “Maha Suci Allah, Tuhan yang Maha Tinggi.”
atau membaca
Subhaanakallahumma rabbanaa wa bihamdika, allahummaghfirlii
yang artinya : ”Maha Suci Engkau, ya Allah, Tuhan kami dan dengan memuji-Mu. Ya Allah ampunilah aku.”
atau ada hadits lain yang mengatakan pada sujud Rasul membaca
Subbuuhun qudduusun robbul malaaikati warruuhi
yang artinya : ”Tuhan yang Maha Suci, Tuhan para malaikat dan Jibril.”
Read More...
Share/Bookmark

Tasyahud Awal

Posisi tasyahud awal ini dilakukan pada raka’at kedua, Rasul membaca :
Attahiyaatu lillah, wassholawaatu watthoyyibaat,
assalaamu alaikum ayyuhannabiyyu warohmatullahi wabarokaatuh,
assalamu ‘alainaa wa ‘alaa ’ibaadillaahis sholihiin,
asyhadu al laa ilaaha illallah wa asyhadu anna muhammadan ‘abduhu warosuuluhu
yang artinya :
“Segala penghormatan untuk Allah, demikian pula setiap shalat dan kebaikankebaikan. Kesejahteraan terlimpah atasmu, wahai Nabi, juga rahmat serta berkah-Nya. Kesejahteraan semoga telimpah atas kami dan hamba-hamba Allah yang soleh. Aku bersaksi bahwa tidak ada Tuhan yang berhak disebah selain Allah dan aku bersaksi bahwa
Read More...
Share/Bookmark

Doa Sesudah Shalat

Sesudah kita mengerjakan shalat, adalah sunnah hukumnya untuk membaca doa setelah shalat, banyak versi yang beredar tentang bagaimana bacaan doa atau urutan setelah shalat ini, diantaranya yang tertera dibawah ini :


Astaghfirullaahal-‘Azhiim, Alladzii Laa Ilaaha Illaa Huwal-Hayyul-Qayyuum, Wa Atuubu Ilaiih, 3x
Laa Ilaaha Illallaahu Wahdahuu Laa Syariikalahu, Lahul Mulku, Wa Lahul-Hamdu Yuhyii Wa Yumiitu Wa Huwa ‘Alaa Kulli Syai’in Qadiir, 3x

Wa Laa Haula Wa Laa Quwwata Illaa Billaahil-‘Aliyyil-Azhiim

Subhaanallahi, 33x
Al-Hamdu Lillahi, 33x
Laa Ilaaha Illallaahu, 33x
Allaahu Akbar, 33x
Istighfar, 33x (Astaghfirullaahal-‘Azhiim)

Allaahumma Innaa Nas’aluka Salaamatan Fid-Diin
Wa ‘Aafiyatan Fil-Jasadi
Wa Ziyaadatan Fil-‘Ilmi
Wa Barakatan Fir-Rizqi
Wa Taubatan Qablal-Mauut
Wa Rahmatan ‘Indal-Mauut
Wa Magfiratam Ba’dal Mauut
Allaahumma Hawwin ‘Alainaa Ya Allaah Fii Sakaraatil-Mauut,
Wan-Najaata Minan-Naar Wal-‘Afwa ‘Indal-Hisaab

Rabbaana Laa Tuzigh Quluubanaa Ba’da Idz Hadaitanaa Wahab Lanaa Min Ladunka Rahmatan Innaka Antal-Wahhaab
Rabbanaghfir Lanaa Wa Li Waalidiinaa, Wa Li Jamii’il-Muslimiina Wal-Muslimaati,  Wal-Mu’miniina Wal-Mu’minaati, Al-Ahyaa’i Minhum Wal-Amwaat, Innaka ‘Alaa Kulli Sya’in Qadiir
Rabbanaa Hab Lanaa Min Azwaajinaa Wa Dzurriyyaatina Qurrata A’yuniw Waj’alnaa Lil-Muttaqiina Imaamaa


Rabbanaa Zhalamnaa Anfusanaa Wa In Lam Taghfir Lanaa Wa Tarhamnaa Lanakuunanna Minal-Khaasiriin
Allaahummaghfir Lanaa, Dzunuubanaa Wa Kaffir ‘Annaa Sayyi’aatinaa Wa Tawaffanaa Ma’al- Abraar
Rabbij’alnii Muqiimash-Shalaati Wa Min Dzurriyyatii Rabbanaa Wa Taqabbal Du’aa Wa Adkhilnal-Jannata Ma’al-Abraar, Yaa ‘Aziizu Ya Gaffaaru Yaa Rabbal-‘Aalamiin
Rabbanaa Aatinaa Fid-Dun-Yaa Hasanatan Wa Fil-Aakhirati Hasanatan Wa Qinaa ‘Adzaaban-Naar
Subhaana Rabbika Rabbil-’Izzati ‘Ammaa Yashifuun, Wa Salaamun ‘Alal-Mursaliina Wal- Hamdu Lillaahi Rabbil-’Aalamiin
Amiin
Al-Fatihah

dan biasanya ditutup dengan pembacaan ayat kursy di akhir doa pada shalat subuh dan maghrib
Read More...
Share/Bookmark

capcusss

Download